Pengertian Parameter dan Argumen Fungsi Python

Melanjutkan pembahasan tentang fungsi (function) pada bahasa Python, dalam tutorial kali ini kita akan membahas tentang pengertian parameter dan pengertian argumen fungsi. Termasuk juga contoh kode program dari keduanya.


Pengertian Parameter dan Argumen Fungsi Python

Dalam tutorial sebelumnya kita telah melihat cara membuat fungsi dalam bahasa Python. Biasanya sebuah fungsi bisa menerima nilai masukan atau nilai input. Nilai masukan inilah yang dimaksud dengan parameter atau argumen.

Parameter adalah sebutan untuk nilai inputan fungsi pada saat fungsi itu di definisikan, sedangkan argumen adalah sebutan untuk nilai inputan fungsi pada saat fungsi itu dipanggil.

Tergantung kebutuhan, sebuah fungsi bisa menerima 1, 2, atau lebih dari 5 parameter atau argumen, namun bisa juga tidak memerlukan sama sekali.

Sebenarnya parameter dan argumen sangat mirip dan sering di pertukarkan. Perbedaan dari keduanya hanya di posisi pembuatan saja. Parameter merujuk kepada inputan fungsi pada saat pendefinisian, sedangkan argumen merujuk ke nilai input fungsi pada saat pemanggilan.

Berikut format dasar fungsi Python dengan parameter dan argumen:

def nama_function(param1, param2):
  # Isi function disini...
  # Isi function disini...
  return nilai
  
nama_function(arg1, arg2)

Di akhir baris 1, yakni dalam tanda kurung setelah nama_function, adalah tempat untuk penulisan parameter. Dalam contoh diatas, terdapat 2 buah parameter bernama param1 dan param2. Sepanjang isi function, param1 dan param2 bisa diakses sebagaimana variabel biasa.

Ketika memanggil fungsi, kita harus isi kedua nilai seperti di baris 6, yakni dari perintah nama_function(arg1, arg2). Disini, arg1 dan arg2 adalah argumen. Nilai argumen ini nantinya akan mengisi nilai parameter.

Agar lebih mudah dipahami, langsung saja kita lihat contoh prakteknya.


Contoh Kode Program Parameter dan Argumen Fungsi

Di tutorial sebelumnya kita sudah membuat fungsi sapa_lisa() yang ketika dipanggil akan menampilkan teks “Hai Lisa”. Berikut saya tampilkan kembali kode yang dimaksud:

def sapa_lisa():
  print("Hai Lisa");

sapa_lisa()

Hasil kode program:

Hai Lisa

Fungsi ini sudah berjalan sebagaimana mestinya, akan tetapi bagaimana jika kita ingin menyapa “Putri”? tentu kurang ideal jika harus menulis fungsi terpisah.

Akan lebih fleksibel, saya akan modifikasi fungsi sapa_lisa() agar bisa menampung sebuah parameter dan argumen:

def sapa_teman(nama):
  print("Hai",nama);

sapa_teman("Lisa")

Hasil kode program:

Hai Lisa

Pada saat pendefinisian fungsi sapa_teman() di baris 1, saya menulis sapa_teman(nama). Disini, nama adalah sebuah parameter.

Di dalam function, parameter bisa diakses sebagai mana layaknya variabel. Parameter nama kemudian saya tampikan memakai perintah print seperti di baris 2.

Karena fungsi sapa_teman() memiliki 1 parameter, maka pada saat memanggil fungsi ini di baris 4, kita harus mengisi sebuah argumen yang dalam contoh ini adalah string “Lisa“.

Ketika dijalankan, argumen “Lisa” di baris 4 akan mengisi parameter nama di baris 1. Sehingga ketika perintah print(“Hai”,nama) yang ada di dalam fungsi sapa_teman() di proses, hasilnya adalah “Hai Lisa“.

Kita bisa menjalankan fungsi sapa_teman() dengan argumen yang berbeda-beda:

def sapa_teman(nama):
  print("Hai",nama);

sapa_teman("Lisa")
sapa_teman("Sari")
sapa_teman("Putri")

Hasil kode program:

Hai Lisa
Hai Sari
Hai Putri

Pendefinisian fungsi sapa_teman() masih sama seperti sebelumnya, hanya saja kali ini fungsi tersebut saya jalankan dengan 3 argumen berbeda antara baris 4 – 6. Hasilnya, akan tampil teks yang berbeda pula.

Kuncinya adalah, argumen yang diisi pada saat pemanggilan function, akan di input ke dalam parameter function tersebut.

Jumlah dan tipe data argumen juga harus cocok dengan jumlah dan tipe data parameter. Kedua pemanggilan fungsi sapa_teman() berikut akan menghasilkan error:

sapa_teman();               // tanpa argumen
sapa_teman("Putri","Lisa"); // jumlah argumen lebih dari 1

Contoh pertama akan error karena fungsi sapa_teman() harus menerima satu argumen. Contoh kedua juga error karena fungsi sapa_teman() hanya bisa menerima satu argumen saja.


Membuat Fungsi dengan Lebih dari 1 Parameter / Argumen

Kita bisa menginput lebih dari satu argumen ke dalam fungsi selama pendefinisian fungsi tersebut juga ditulis dengan lebih dari satu parameter.

Dalam contoh berikut saya memodifikasi fungsi sapa_teman() agar bisa menerima 3 argumen:

def sapa_teman(nama1, nama2, nama3):
  print("Hai", nama1, nama2, nama3);

sapa_teman("Lisa", "Nova", "Putri")

Hasil kode program:

Hai Lisa Nova Putri

Di baris 1, pendefinisian fungsi sapa_teman() sekarang punya 3 parameter, yakni nama1, nama2 dan nama3. Maka untuk menjalankan fungsi ini, juga harus diinput dengan 3 argumen bertipe string seperti di baris 4.


Membuat Function hitung_luas_segitiga()

Sebagai contoh terakhir, berikut modifikasi fungsi hitung_luas_segitiga() yang bisa menerima 2 argumen angka:

def hitung_luas_segitiga(alas, tinggi):
  luas = (alas * tinggi) / 2
  print("Luas segitiga adalah: ",luas)
   
hitung_luas_segitiga(5, 7)
hitung_luas_segitiga(2, 10)
hitung_luas_segitiga(191, 357)

Hasil kode program:

Luas segitiga adalah: 17.5
Luas segitiga adalah: 10.0
Luas segitiga adalah: 34093.5

Di baris 1, fungsi hitung_luas_segitiga() saya definisikan dengan 2 buah parameter, yakni alas dan tinggi.

Penamaan parameter boleh bebas selama mengikuti aturan penamaan variabel / identifier, misalnya tidak boleh ada spasi dan tidak boleh diawali angka.

Antara baris 5 – 7 saya menjalankan fungsi hitung_luas_segitiga() sebanyak 3 kali dengan nilai argumen yang berbeda-beda.

Sebagai contoh, ketika compiler Python memproses perintah hitung_luas_segitiga(5, 7), angka 5 ini akan mengisi parameter alas, dan angka 7 akan mengisi parameter tinggi. Selanjutnya kedua parameter masuk ke perhitungan luas di baris 2. Hasilnya kemudian di tampilkan dari perintah print(“Luas segitiga adalah: “,luas).


Dalam tutorial belajar Python kali ini kita sudah membahas pengertian parameter dan argumen serta melihat perbedaannya. Mudah-mudahan dengan contoh kode program yang ada anda bisa memahami maksud kedua istilah ini.

Lanjut, dalam tutorial berikutnya kita akan pelajari tentang Fungsi Perintah Return pada Function Python.



Sumber Duniailkom

Digital Visual Art Enthusiastic

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like